• Rabu, 22 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Hukrim

Mahasiswi Cantik ini Dipaksa Jadi PSK dan Layani Minimal 20 Pria Sehari

Redaksi

Selasa, 14 Agustus 2018 22:42:56 WIB
Cetak
Mahasiswi Cantik ini Dipaksa Jadi PSK dan Layani Minimal 20 Pria Sehari

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Kisah nyata ini terjadi pada wanita yang ingin menuntut ilmu di Negeri Elisabeth II. Adalah Anna ingin kuliah di London tapi kejadian pada Maret 2011 mengubur mimpinya dan meninggalkan luka yang sangat dalam. Seperti remaja pada umumnya, Anna punya mimpi berkuliah, mendapatkan pekerjaan, dan bisa menyisihkan uang untuk membantu meringankan beban keluarga.

Itulah sebabnya, di usia yang masih belia, Anna memutuskan meninggalkan Rumania dan pindah ke London. Anna ingin masuk ke perguruan tinggi di ibu kota Inggris ini, namun sebelum ia bisa mewujudkan cita-citanya itu, ia harus bekerja dulu agar punya tabungan yang cukup untuk membayar biaya kuliah.

Ia bekerja serabutan, apa saja. Jadi pelayan restoran, petugas kebersihan, hingga mengajar les privat matematika. Semuanya sesuai rencana hingga kejadian pada suatu siang di bulan Maret 2011 mengubah segalanya.

Ia tengah dalam perjalanan pulang menuju rumah sewanya di London utara ketika disekap oleh seseorang dari belakang dan dimasukkan secara paksa ke dalam mobil berwarna merah tua.

Di dalam mobil ada dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan. Yang perempuan merebut tas Anna dan meneliti isi tas tersebut. Ia mengambil telepon genggam milik Anna dan mengecek semuanya.

Mulai dari nomor-nomor telepon yang Anna hubungi hingga siapa saja teman Anna di Facebook. Keluarga akan dibunuh. Ia juga mengambil paspor Anna.

Dari London Anna dibawa ke Irlandia dan dipaksa menjadi pelacur selama sembilan bulan.  Anna membawa paspor ke mana-mana, lantaran dokumen penting ini pernah menjadi sasaran pencurian.

Di dalam mobil, Anna dikeroyok. "Mereka menampar, memukuli, dan mengancam saya," ungkap Anna.

Dari sini ia tahu bahwa kelompok yang menyekapnya berasal dari Rumania. "Mereka mengatakan, kalau saya menolak mengikuti permintaan mereka, seluruh keluarga saya di Rumania akan dibunuh," tutur Anna.

Di dalam mobil, otak Anna berputar dan mengantisipasi kemungkinan terburuk, dari mulai akan diambil organ tubuh, dipaksa menjadi pelacur, hingga dibunuh.

Tak lama kemudian mobil tiba di bandar udara. Di sini seorang laki-laki sudah menanti. Kelompok yang menculiknya sudah tahu siapa dan di mana keluarganya tinggal di Rumania.

Saat check-in Anna sebenarnya menangis, tapi petugas penerbangan sepertinya tidak curiga. Pesawat yang ia tumpangi membawanya ke satu bandara kecil di Irlandia. Di sini, dua laki-laki sudah menunggu.

"Ini lebih cantik dari sebelumnya," kata seseorang di antaranya saat melihat Anna. Anna langsung sadar bahwa dirinya telah dijual untuk dijadikan sebagai pelacur.

Ia dibawa dengan mobil ke satu apartemen tak jauh dari rumah taruhan. Ia dibawa ke lantai atas yang penuh dengan bau minuman keras, asap rokok, dan keringat.

Ia melihat beberapa laki-laki, sementara sejumlah perempuan keluar masuk ke beberapa ruangan dengan pakaian minim.

Seorang perempuan memaksanya hanya memakai pakaian dalam. Seorang laki-laki memotretnya dan mengunggah fotonya ke internet. Di situs yang menjual dirinya, Anna punya banyak nama, dari Natalia, Lara, Rachel, hingga Ruby. Usianya pun macam-macam.

Kadang ia dikatakan berusia 18 tahun, pada kesempatan lain dikatakan berusia 19 atau 20 tahun. Sejak itu Anna melayani ribuan aki-laki, dalam sehari rata-rata ia dipaksa tidur dengan 20 laki-laki.  Ia dipaksa menjadi budak untuk memuaskan keinginan klien.

Sering Anna tidak makan selama beberapa hari. Kalau pun tersedia, hanya berupa beberapa lembar roti tawar atau makanan sisa orang lain. Di rumah bordil ini, ia tak pernah bisa melihat siang hari.

Ia hanya dibolehkan tidur ketika tidak ada klien. Sering ia tidak makan selama beberapa hari. Kalau pun tersedia, hanya berupa beberapa lembar roti tawar atau makanan sisa orang lain.

Berat badannya turun drastis akibat kombinasi kurang makan, kurang tidur, dan dipaksa melayani laki-laki siang dan malam. Klien membayar 80-100 euro untuk layanan setengah jam dan 160-200 euro untuk satu jam.

Perlakuan yang ia alami dari laki-laki yang ia layani kadang membuatnya tak kuat berdiri, berdarah, atau merasakan sakit yang luar biasa, yang membuatnya mengira ia akan mati.

"Mereka tahu bahwa saya dan beberapa perempuan disekap dan dipaksa menjadi pelacur ... mereka tahu dari bekas luka atau lebam di tubuh kami. Tapi mereka tak peduli," kata Anna.

Pada bulan Juli polisi menggerebek rumah bordil dan menahan semua perempuan yang dipaksa menjadi pelacur. Anehnya, orang-orang yang menjalankan bisnis layanan seks ini hilang. Mereka sepertinya tahu polisi akan melakukan razia.

Anna dan beberapa perempuan lain diadili tapi kemudian dibebaskan. Di luar gedung pengadilan, orang-orang yang menjalankan bordil sudah menunggu. Anna tak punya pilihan lain. Ia tak punya uang dan tak tahu akan lari ke mana. Ia kembali menjadi pelacur.

Setelah penggerebekan, ia dan beberapa perempuan lain lebih sering diminta melayani laki-laki di hotel. Tapi ada klien yang meminta dilayani di rumah mereka. Dari sini Anna melihat peluang untuk kabur.

Kesempatan ini terbuka saat Anna diminta melayani laki-laki bernama Andy di apartemennya. "Ia tak pernah meminta hubungan badan, ia hanya ingin ngobrol," kata Anna.

Anna mencoba mengingat-ingat lokasi di mana Andy tinggal. Pada suatu malam, dengan berjalan kaki, Anna menuju rumah Andy dan untungnya ia ada di rumah dan mengizinkannya untuk tinggal sementara.

Anna kemudian memutuskan untuk mengontak polisi dan kali ini polisi mendengarkan seluruh kisahnya, bahwa ia adalah korban penculikan dan dipaksa menjadi pelacur.

Polisi melakukan investigasi yang berujung dengan penangkapan orang-orang yang menculik dan memaksa Anna menjadi pelacur. Mereka kemudian dijatuhi hukuman penjara dua tahun.

Perjalanan pilu dan mengenaskan yang dialami Anna selama sembilan bulan menjadi budak seks membekas sangat dalam di ingatannya.

Ia sulit tidur dan sering mengalami mimpi buruk. Kadang ia bisa merasakan bau menyengat minuman keras, nafas, keringat, dan rokok orang-orang yang ingin dilayani.

Namun kini ia ingin menatap masa depan dan melupakan masa lalu yang kelam. Anna sempat kursus untuk mendapatkan gelar, namun berhenti di tengah jalan karena kehabisan uang. Ia juga dinyatakan tak berhak menerima beasiswa.

Sekarang ia bekerja dan ingin suatu saat nanti melanjutkan kuliah. "Tapi untuk sekarang, saya harus bekerja keras (mengumpulkan uang agar bisa berkuliah lagi)," kata Anna. (*)

Semua nama disamarkan. Anna menuturkan kisahnya ke wartawan BBC News Sarah McDermott.

 

Sumber: BBC Indonesia/Tribunnews.com/riausky.com


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Hukrim

Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:10:57 WIB

Tembilahan - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan dalam mewujudkan lingku.

Hukrim

PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi

Senin, 06 Juli 2026 - 17:49:05 WIB

PEKANBARU – Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbar.

Hukrim

PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:51:34 WIB

PEKANBARU-Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sam.

Hukrim

Ditreskrimum Polda Riau Hentikan Laporan Dugaan Pengancaman terhadap Ketua IWO Riau

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:24:33 WIB

PEKANBARU – Laporan dugaan pengancaman yang ditujukan kepada Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wart.

Hukrim

Refleksi Akhir Tahun 2025, Kejari Inhil Paparkan Capaian Kinerja Penegakan Hukum

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:07:11 WIB

Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir menggelar konferensi pers refleksi akhir tahun 2025 pad.

Hukrim

Kejari Inhil Umumkan Capaian Penanganan Korupsi pada Momentum HAKORDIA 2025

Senin, 08 Desember 2025 - 16:41:32 WIB

TEMBILAHAN — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Kej.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
  • 2 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 3 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 4 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 5 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 6 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 7 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network