Kisah Sukijan, Penjahat Ulung di Onderdistrik Bangilan
INHILKLIK.COM, JAKARTA - Kisah tentang Sukijan, seorang penjahat ulung yang 'bertobat' menyerahkan diri lalu dijadikan opas atau agen polisi ini berawal saat Soetardjo Kartohadikoesoemo, seorang pamong praja, ditempatkan bertugas sebagai asisten wedana di Onderdistrik Bangilan, Tuban, tahun 1921. Sebelumnya, Soetardjo bertugas di Onderdistrik Sambong, Rembang.
Saat Soetardjo pamitan, residen Rembang mengatakan kepada Soetardjo bahwa Bangilan adalah daerah yang sulit dan sulit. Kriminalitas pun tergolong tinggi. Namun, dengan kepemimpinannya yang keras, tidak kejam, dan penuh kasih sayang, Soetardjo bisa menekan kriminalitas di daerah tersebut. Banyak penjahat yang ditangkap, lalu dihukum setimpal dengan kejahatan yang dilakukan.
Suatu malam, kala Soetardjo tidur nyenyak, sang istri memberi tahu dan berbisik bahwa ada suara ketokan di pintu belakang rumahnya. Soetardjo langsung menuju pintu belakang.
"Siapa itu?" tanya Soetardjo. Dari balik pintu, terdengarlah jawaban. "Dalem ndoro, dalem Sukijan."
Sukijan adalah seorang penjahat ulung yang bertahun-tahun jadi buronan polisi. Dia didakwa melakukan berbagai kejahatan seperti perampokan, pembunuhan, dan pencurian hewan.
Soetardjo lalu menanyakan apa maksud kedatangan Sukijan. Sang tamu menjawab ingin menghadap. Soetardjo kemudian membuka pintu dan keluar. Di hadapannya tampak Sukijan yang berbadan tegap, duduk bersila di atas tikar dari bambu. Sukijan memberi sembah.
Soetardjo lalu kembali menanyakan maksud kedatangan Sukijan. "Ngaturaken pejah gesang (mati hidup)," jawab Sukijan.
"Jadilah orang baik-baik. Suka kamu?" tanya Soetardjo, lalu dijawab sanggup oleh Sukijan.
Soetardjo lalu berkata bahwa Sukijan akan dijadikan opas (agen polisi). Sempat terperanjat, Sukijan mengucapkan terima kasih.
Singkat cerita, Sukijan dibawa Soetardjo ke pendopo. Sejumlah polisi yang berjaga di pendopo terkaget saat melihat Sukijan berjalan bersama Soetardjo. Ada yang berteriak 'ambil rante'. Tapi, Soetardjo meyakinkan bahwa Sukijan akan menjadi orang baik.
"Itulah teman-temanmu. Duduklah di situ. Mulai sekarang kami akan menjaga keselamatan onderdistrikku," kata Soetardjo kepada Sukijan.
Kabar tentang 'bertobatnya' Sukijan pun tersebar. Dan, akhirnya, banyak buronan yang menyerahkan diri kepada Soetardjo, lalu di antara eks orang nakal itu diusulkan untuk diangkat menjadi agen polisi dan mengisi jabatan lainnya. Angka kejahatan pun berangsur turun.
Sumber: sindonews.com
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
Tembilahan - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan dalam mewujudkan lingku.
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
PEKANBARU – Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbar.
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
PEKANBARU-Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sam.
Ditreskrimum Polda Riau Hentikan Laporan Dugaan Pengancaman terhadap Ketua IWO Riau
PEKANBARU – Laporan dugaan pengancaman yang ditujukan kepada Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wart.
Refleksi Akhir Tahun 2025, Kejari Inhil Paparkan Capaian Kinerja Penegakan Hukum
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir menggelar konferensi pers refleksi akhir tahun 2025 pad.
Kejari Inhil Umumkan Capaian Penanganan Korupsi pada Momentum HAKORDIA 2025
TEMBILAHAN — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Kej.
iKlik Network







