• Ahad, 19 Juli 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Hukrim

Romi Sepriawan Belah Perut Istri, Diduga Sering Berjudi

Redaksi

Jumat, 22 Februari 2019 23:36:57 WIB
Cetak
Romi Sepriawan Belah Perut Istri, Diduga Sering Berjudi

INHILKLIK.COM, BENGKULU - Pembunuhan sadis yang dilakukan Romi Sepriawan (30) kepada istrinya, Erni Susanti menggegerkan warga Jalan Irian, RT 4 Kelurahan Tanjung Jaya Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Kamis siang (21/2/2019).

Romi Sepriawan memenggal kepala istrinya, kemudian membelah perutnya yang tengah hamil itu. Romi mengeluarkan bayi di dalam kandungan Erni, kemudian meletakkan bayi malang itu dalam kamar.

Pembunuhan sadis itu dilatarbelakangi masalah keluarga. Pasutri ini kerap cekcok lantaran korban tidak memberitahukan password HP miliknya kepada pelaku. 

Ketua RT setempat Sukamto mengatakan, sebelum terjadi kasus pembunuhan, pelaku Romi sempat meminjam parang ke rumahnya untuk digunakan membuka kelapa muda.

“Dia sempat pinjam parang, katanya untuk buka kelapa muda,” ujar Sukamto.

Tak disangka, parang tersebut justru digunakan untuk menghabisi nyawa Erni. Pelaku menyembunyikan parang di balik selimut di dalam kamar.

Saat korban terbangun dari tidur dan kembali cekcok mulut dengan pelaku, pelaku langsung mengambil parang tersebut dan menebas leher Erni yang sedang berbaring di atas kasur.

Setelah itu pelaku sempat menyayat perut Erni yang sedang mengandung kemudian mengeluarkan jabang bayi. Pelaku langsung melarikan diri dan memberi tahu tetangganya bahwa istrinya melahirkan.

“Dia sempat kerumah meminta tolong isterinya melahirnya, tetapi lengannya banyak darah,” jelas Fauzan tetangga pelaku.

Beruntung kondisi bayi bisa diselamatkan. Setelah mendapatkan informasi Erni melahirkan, banyak warga masuk ke dalam rumah. Tetapi warga langsung berteriak meminta pertolongan karena yang dilihat sangat mengenaskan.

Erni sudah tidak bernyawa dengan luka sabetan benda tajam di bagian leher dan luka mengangga di bagian perut. Warga melihat bayi yang posisinya tergeletak di dekat jendela, tidak jauh dari tubuh Erni.

Mereka memanggil bidan untuk datang ke rumah korban. Bayi tersebut kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Jitra setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di klinik bidan.

“Bayinya selamat, tapi saya belum bisa memberikan keterangan lebih banyak,” jelas bidan tersebut, sebagaimana dilansir Bengkulu Ekspres.

Sering Ribut Gara-gara Romi Berjudi

Sebelum pembunuhan sadis tersebut, antara Romi dan Erni memang sudah sering ribut. Keributan dipicu oleh sikap Romi yang diduga sering bermain judi dengan taruhan besar.

Kebiasaan tersebut membuat Erni marah karena usaha mereka berjualan cabe nyaris bangkrut.

Meski tidak tahu pokok permasalahan keributan, tetangga sering mendengar pasangan suami istri itu bertengkar.

Hal itu diakui oleh Samidi, tetangga korban yang rumahnya berada di samping rumah korban.

Meski tidak melihat secara langsung tetapi Samidi sering mendengar percecokan antara Romi dan Erni.

Menurut Samidi, keluarga Romi tertutup dan kurang bersosialisasi dengan tetangga. Karena itu, Samidi tidak pernah tahu apa permasalahan keluarga Romi dan Erni sehingga sering cekcok mulut.

Romi dan Erni diketahui mempunyai dua orang anak, satu anak perempuan berumur 3 tahun dan satu lagi masih di dalam kandungan Erni.

“Kalau melihat secara langsung tidak pernah, tetapi kalau ribut cekcok gitu sering dengar. Istrinya juga tidak pernah cerita dengan kami,” jelas Samidi.

Saat menyerahkan diri, pelaku Romi yang kondisinya terengah-engah, badan, kaos biru dan celana pendek yang dia kenakan belepotan lumpur dia mengatakan kerasukan makhluk halus. Dia tidak sadar telah menghabisi nyawa istri dan nyaris membunuh anaknya.

”Saya kerasukan pak,” ujar Ro yang langsung ditarik petugas kepolisian menghindari amukan warga.

Pengakuan Romi Septiawan

Romi langsung dibawa ke kantor polisi untuk diintrogasi. Kepada polisi, Romi membeberkan alasannya menggorok leher dan membelah perut istri hingga bayi yang dikandungnya terburai keluar.

Romi mengaku membunuh istrinya lantaran kesal tak diberi tahu password HP milik sang istri.

Menurut Romi, sudah empat bulan dia meminta agar diberitahu password HP korban. Namun korban tak mau memberitahu. Hal itulah yang membuat pasangan suami istri ini selalu bertengkar.

“Kami ribut sekitar 4 bulanan, masalah pertamanya HP. Jadi HP dia tuh seperti ada menyimpan pakai kode. Terus saya bilang apa (kenapa HP pakai pasword), jujur aja,” kata Romi.

Namun korban tetap ngotot untuk tidak memberi tahu kode HP miliknya. Ia tidak ingin isi HP diketahui oleh Romi. Korban berkilah bahwa tidak ada apa-apa yang dia sembunyikan dari Romi.

“Dia jawab tidak ada apa-apa. Dia ngotot terus. Kata saya gak mungkin HP ini (pakai kode kalau gak ada apa-apa),” tambah Romi.

Semakin lama keributan pasutri ini semakin menjadi-jadi. Romi terus meminta diberitahu password HP. Tapi sang istri juga tetap ngotot tidak mau memberitahu.

“Lama-lama, dia balik ngotot. Kadang saya diam, kadang saya keluar, kadang ribut kami. Pokoknya udah empat bulanan begitu,” imbuh Romi.

Kekesalan Romi semakin memuncak lantaran setiap kali menanyakan password HP, dia selalu dicuekin. Bahkan, korban langsung masuk ke dalam kamar setiap kali ditanya soal password HP.

“Pas aku ngomong baik-baik, dia tinggalin aku masuk kamar. Saya sebenarnya mau tanya kan. Terus masalah seperti itulah kami itu, tidak ada masalah lain,” katanya.

“Setiap saya ajak ngobrol begitu, dia pasti masuk ke kamar. Tidak pernah dia jelaskan.
Atau tunggu saya dulu biar saya ngomel sedikit,” tambahnya.

Puncaknya pada Kamis pagi, 21 Februari 2019. Romi dan Erni yang sedang hamil tua, bertengkar hebat. Akhirnya Romi keluar rumah.

Romi pergi meminjam parang milik tetangga dengan alasan ingin mengupas kelapa. Romi kemudian kembali ke rumahnya sambil menenteng parang. Selanjutnya, Romi menghabisi istrinya.

Sementara itu Kapolsek Teluk Segara, Kompol Jauhari mengatakan pihaknya pertama kali mendapat laporan ada warga meninggal dunia.

Setelah dipastikan ternyata informasi tersebut benar, memang ada korban meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah diduga dibunuh.

“Untuk motifnya kita belum tahu, pelaku masih dimintai keterangan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bengkulu,” pungkas Kapolsek.(pojoksatu)


[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Hukrim

Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:10:57 WIB

Tembilahan - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan dalam mewujudkan lingku.

Hukrim

PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi

Senin, 06 Juli 2026 - 17:49:05 WIB

PEKANBARU – Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbar.

Hukrim

PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:51:34 WIB

PEKANBARU-Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sam.

Hukrim

Ditreskrimum Polda Riau Hentikan Laporan Dugaan Pengancaman terhadap Ketua IWO Riau

Rabu, 27 Mei 2026 - 07:24:33 WIB

PEKANBARU – Laporan dugaan pengancaman yang ditujukan kepada Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wart.

Hukrim

Refleksi Akhir Tahun 2025, Kejari Inhil Paparkan Capaian Kinerja Penegakan Hukum

Rabu, 31 Desember 2025 - 19:07:11 WIB

Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir menggelar konferensi pers refleksi akhir tahun 2025 pad.

Hukrim

Kejari Inhil Umumkan Capaian Penanganan Korupsi pada Momentum HAKORDIA 2025

Senin, 08 Desember 2025 - 16:41:32 WIB

TEMBILAHAN — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Kej.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
15 Juli 2026
Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
07 Juli 2026
Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
07 Juli 2026
BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
07 Juli 2026
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
06 Juli 2026
Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
06 Juli 2026
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
05 Juli 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
04 Juli 2026
Pemdes Sungai Intan Salurkan Honor Perangkat Desa
03 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Setelsel yang rutin Sambangi Lahan jagung
02 Juli 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Panen Jagung Masuki Tahap Pascapanen, Polsek Sabak Auh Pastikan Proses hingga Penimbangan Berjalan Lancar
  • 2 Panglima DPD Laskar Melayu Riau Inhil Lantik Serentak Enam Panglima DPC Kecamatan di Pulau Burung
  • 3 BRI Dorong Literasi Keuangan Anak Melalui Produk BritAma Junio
  • 4 PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
  • 5 Dukung Asta Cita, Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil di Lahan Ketahanan Pangan
  • 6 Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Polsek Sabak Auh Kawal Pertumbuhan Jagung Pipil Hingga Panen
  • 7 Polsek Sabak Auh Pantau Panen Jagung Pipil, Dukung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network