Revolusi Industri 4.0, Perguruan Tinggi Perlu Melakukan Reorientasi Kurikulum
INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Pergurun Tinggi perlu melakukan reorientasi kurikulum agar terus dapat menghasilkan alumni yang memiliki kompetensi yang diperlukan oleh dunia kerja, reorientasi kurikulum itu perlu disinkronkan dengan kebutuhan sarana dan prasarana pembelajaran.
Hal itu ditegaskan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X Prof. Dr. Herri, MBA dalam sambutannya pada pelaksanaan Wisuda sarjana, diploma dan pascasarjana Universitas Islam Riau (UIR) periode III tahun 2019, di GOR Indoor Volly Kampus UIR Perhentian Marpoyan Pekanbaru, Sabtu (28/9/2019).
"Ditengah tantangan yang semakin meningkat diantaranya perkembangan teknologi yang membuat kompetensi kerja yang selama ini diajarkan dan di bentuk tetapi sekarang menjadi tidak diperlukan karena berubahnya proses bisnis disebabkan oleh perkembangan teknologi yang berlandaskan pada robotik, artificial intelligent, internet dan big data atau yang lebih dikenal dengan revolusi industri 4.0," kata Dia.
Dilain itu, kata Herri, kompetensi dosen yang relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi disamping juga membekali alumni dengan literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia sangat diperlukan. "Dan yang tak kalah pentingnya adalah perlu memupuk kerjasama yang erat dengan dunia usaha/industri dan pemerintah atau yang lebih dikenal dengan triple helix ataupun ABG (akademisi, bisnis dan government)," ujarnya.
Herri menambahkan, pemerintah secara terus menerus berupaya untuk meningkatkan angka partisipasi kasar, namun dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, maka peran masyarakat tetap diharapkan agar angka partisipasi kasar Indonesia akan dapat sejajar atau bahkan lebih tinggi dari negara-negara Asean.
Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi melalui berbagai kebijakan dan program, diantaranya melalui transformasi Kopertis menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Kehadiran LLDIKTI dengan tupoksi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi diwilayah kerjanya masing melalui pembinaan dengan memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat dan akurat.
"Dalam konteks ini, diharapkan UIR untuk terus meningkatkan peranya dengan mengembangkan program prodi yang diperlukan oleh masyarakat dan pada saat yang sama meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan akreditasi prodi dan institusi," ujarnya.
Namun demikian, disadari bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja tetapi diperlukan usaha bersama. "Oleh sebab itu mari kita satukan langkah untuk pendidikan tinggi pendidikan tinggi yang berkualitas Kita mengajak pemerintah daerah, BUMN, parlemen. LSM, pers dan masyarakat untuk bergandeng tangan dan menyamakan langkah membantu mewujudkan pendidikan tiggi yang berkualitas," pungkasnya.
sumber: mediacenter.riau.go.id
Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
TEMBILAHAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar ra.
Diwarnai Skorsing 12 Jam, Konfercab ke-V GMNI Inhil Lahirkan Pemimpin Baru
Tembilahan – Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Indra.
Konfercab V GMNI Inhil Dihadiri Ketua Pertama GMNI Inhil
Indragiri Hilir – Konferensi Cabang (Konfercab) ke-V GMNI Indragiri Hilir dilaksanakan pada Rab.
Malam Puncak Sosialpreneur Award Jilid 6: Mahasiswa UNISI Sukses Hidupkan Kembali UMKM Lokal
TEMBILAHAN - Malam puncak ajang bergengsi Sosialpreneur Award Jilid 6 Tahun 2025.
Pemuda Inhil Raih Juara di Ajang Internasional PAN-SEA AI Developer Challenge 2025
Prestasi membanggakan kembali hadir dari Indragiri Hilir. Fengkie Junis, pemuda asal Inhil, berha.
Wisuda STIKes Husada Gemilang Tahun Akademik 2024/2025: 58 Lulusan Tenaga Kesehatan Siap Mengabdi
Tembilahan, 27 November 2025 — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Husada G.
iKlik Network







