• Selasa, 30 Juni 2026
  • Pikiran Rakyat Icon iKlik Network
  • Home
  • Daerah
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Meranti
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Inhil
    • Inhu
    • Pelalawan
    • Kuansing
    • Rokan Hulu
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • More
    • Opini
    • Desa
    • Parlemen
    • Lingkungan
    • Sport
    • Advertorial
    • Edukasi
    • Kesehatan
    • Travelling
    • Autotekno
    • Video
    • Lifestyle
    • Gallery
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Indeks
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Ragam
  • Nasional
  • Dunia
  • Opini
  • Desa
  • Parlemen
  • Lingkungan
  • Sport
  • Advertorial
  • Edukasi
  • Kesehatan
  • Travelling
  • Autotekno
  • Video
  • Lifestyle
  • Gallery
  • Daerah
  • Ubah Laku
  • Feature
  • Pekanbaru
  • Kampar
  • Rokan Hulu
  • Kuansing
  • Pelalawan
  • Inhu
  • Inhil
  • Siak
  • Bengkalis
  • Dumai
  • Rokan Hilir
  • Meranti
  • Serdang Bedagai
  • Samosir
  • Pilihan Editor
  • Terpopuler
  • Indeks
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
PILIHAN
Pemkab Sergai Dorong Pendidikan Karakter, Wabup Adlin Resmikan Pembangunan Musala Sekolah
Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya Nasional, Gubernur Sumut dan Bupati Sergai Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan
Sepeda Motor Scorpio Milik Warga Teluk Mengkudu Raib Digondol Maling
Diresmikan PJ Bupati Inhil, PT BEST Mulai Produksi Biomassa untuk PLTU Tembilahan
Cara Menjaga Organ Pernapasan Tetap Sehat dari Dinkes Inhil

  • Home
  • Ragam

Kilas Balik 67 Tahun Lalu: Jalan Panjang dan Berat Mendirikan Provinsi Riau

Juni Liadi Putra

Jumat, 09 Agustus 2024 11:47:14 WIB
Cetak
Kilas Balik 67 Tahun Lalu: Jalan Panjang dan Berat Mendirikan Provinsi Riau

INHILKLIK, - Tidak banyak yang tahu kalau Bali menjadi saksi terbentuknya Provinsi Riau 67 tahun lalu. Proses ini butuh perjuangan panjang para tokoh untuk memisahkan Riau dari Sumatera Tengah. Di hari ulang tahunnya yang ke-67, mari kita telaah kembali sejarah perjalanan panjang pembentukan Provinsi Riau.

Hari ini, Jumat (9/8/2024), Provinsi Riau genap berusia 67 tahun. Berbagai upaya pembangunan terus dilakukan untuk menyamakan perkembangan daerah ini sejajar dengan provinsi lain di Indonesia. Namun, sebelum mencapai kondisi seperti sekarang, Riau harus melewati perjuangan panjang dan berat untuk meyakinkan pemerintah pusat agar lepas dari Sumatera Tengah. Salahsatu alasan memisahkan diri menjadi provinsi sendiri adalah karena perlakuan tidak adil terhadap masyarakat Riau.

Dalam buku "Dari Percikan Kisah Membentuk Provinsi Riau" yang disusun Taufik Ikram Jamil, dan kawan-kawan, menyebutkan saat perjuangan pemekaran Riau kondisi Keresidenan Riau terlantar sejak disatukan dengan Pemerintah Sumatera Tengah yang berpusat di Bukittinggi tahun 1950. Bisa dikatakan, daerah ini nyaris tidak mendapatkan sentuhan pembangunan. Hal ini berbeda dengan Sumatera Barat yang terus menggeliat. Ini tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Sumatera Tengah yang dinilai sangat Sumatera Barat sentris. Lihat saja, sebagai perbandingan, ketika itu jumlah di Provinsi Sumatera Tengah tahun 1950-an terdapat 27 sekolah menengah pertama (SMP) negeri. Dari angka itu hanya empat SMP saja yang berada di keresidenan Riau yang tersebar di Pekanbaru, Rengat, Bengkalis dan Tanjungpinang. Selebihnya 21 SMP itu berada di Sumatera Barat, dan dua sekolah di Jambi. Tak hanya di bidang pendidikan, kondisi tidak jauh berbeda juga terjadi pada pengembangan ekonomi maupun sektor kehidupan masyarakat lainnya dimana Riau dianggap tidak prioritas dan masyarakat banyak yang hidup di garis kemiskinan.

Melihat ketidakadilan ini, masyarakat Riau berjuang untuk membentuk provinsi sendiri, meskipun menghadapi intimidasi dan upaya memadamkan perjuangan. "Ide pendirian provinsi awalnya hanya ada di tingkat elit dan tokoh masyarakat Riau. Namun saat itu pihak Provinsi Sumatera Tengah tidak mau memberikan apa yang diinginkan Riau, sehingga munculah intimidasi upaya penghalangan," cerita (alm) Wan Ghalib, salahsatu tokoh sentral dalam perjuangan pembentukan Provinsi Riau, dalam "Sejarah Terbentuknya Provinsi Riau" yang dikutip CAKAPLAH.com dari situs Kesbangpol Riau, (2016).

Dikutip dari laman yang sama, disebutkan pembentukan Provinsi Riau lepas dari Provinsi Sumatera Tengah mendapat tantangan dari penguasa waktu itu. Jika ada saja masyarakat yang berbicara tentang Provinsi Riau bersiap-siaplah akan dibawa ke kamp penjara di daerah Situjuh. "Pada masa itu sangat banyak aktivis Riau yang diantar dan dibuang ke kamp Situjuh tersebut. Jika sudah masuk dan diantar ke camp jawabannya pasti mati, tidak ada yang selamat jika sudah berada di dalam camp tersebut.  Saya termasuk tokoh yang paling dicari untuk dimasukkan ke dalam kamp Situjuh tersebut," cerita Wan Ghalib yang pernah menjadi Ketua Badan Penghubung Riau itu.

Akan tetapi tekanan demi tekanan tersebut tidak memadamkan api semangat para tokoh. Bahkan semangat mereka terus menyala. Salahsatunya dengan menggelar Kongres Rakyat Riau (KKR) ke-1 yang berlangsung di Pekanbaru pada 31 Januari hingga 2 Februari 1955. Kongres ini dihadiri oleh 277 perwakilan dari empat kabupaten yakni Indragiri, Kepulauan Riau, Kampar dan Bengkalis. Hadir pula 700 orang peninjau dalam kongres tersebut. Kongres ini melahirkan beberapa keputusan penting, salahsatunya menuntut supaya daerah Riau dijadikan daerah otonom setingkat provinsi.

Amanat yang dihasilkan dari KRR I menjadi tugas berat bagi Panitia Persiapan Provinsi Riau (PPPR) yang berpusat di Pekanbaru dan Badan Penghubung yang berpusat di Jakarta. Badan Penghubung yang dipimpin oleh Wan Ghalib menjadi ujung tombak bagi perjuangan pembentukan Provinsi Riau. Badan Penghubung bertugas menjalankan tugas-tugas dari PPPR.

Badan Penghubung juga diberikan kewenangan mengambil inisiatif demi kelancaran perjuangan sepanjang tidak menyimpang dari kesepakatan Kongres Rakyat Riau.

Anggota Badan Penghubung awalnya terdiri dari Wan Ghalib (Ketua), A Djalil (sekretaris) dan anggota yang terdiri dari M Sabir, Ali Rasahan, Azhar Husni, T Arief, Dt Bendaro Sati, Nahar Efendi dan Kamarudin R. Setelah dilakukan perombakan anggotanya berubah menjadi Wan Ghalib (Ketua), A Djalil M (sekretaris) dan anggota terdiri dari T Arief, DM Yanur, Kamaruddin AH, Hasan Ahmad, A Manaf Hadi, Azhar Husni dan Hasan Basri.

Perjuangan pembentukan provinsi juga dilakukan melalui parlemen oleh Marifat Mardjani, tokoh Riau yang duduk di parlemen saat itu. Dalam setiap kesempatan ia selalu menyuarakan tuntutan pembentukan Provinsi Riau di parlemen. Putra asal Kuansing ini merupakan seorang tokoh yang sangat concern dalam menuntut ke pemerintah pusat agar Riau menjadi provinsi. Bahkan dalam berbagai kesempatan, ia mencoba melakukan lobi-lobi politik kepada anggota DPR lainnya. Dengan gaung yang dilakukan oleh almarhum Marifat Mardjani tersebut, tentang keinginan membentuk provinsi sendiri berpisah dari provinsi induk, membuat pemerintah pusat sedikit memperhatikan keinginan ini.

"Keinginan yang besar tersebut tidak mampu dibendung pihak manapun, sehingga beberapa waktu, usai pelaksanaan Kongres Rakyat Riau I tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Tengah mulai melunak dan tidak mampu untuk membendungnya," kata Wan Ghalib lagi.

Akhirnya perjuangan panjang masyarakat Riau berbuah manis ketika Presiden Soekarno menandatangani Undang-Undang Darurat nomor 19 tahun 1957 tanggal 9 Agustus 1957. Undang-undang ini menyatakan pembentukan daerah-daerah tingkat I, yaitu Sumatera Barat, Jambi dan Riau. Saat menandatangani UU Darurat tersebut Presiden Soekarno diketahui sedang berada di Denpasar, Bali.

Kabar lahirnya undang-undang ini diterima langsung oleh Ketua Badan Penghubung Wan Ghalib beserta Wakil Ketua DM Yanur dari Menteri Dalam Negeri Sanusi Hardjadinata. Menteri mengatakan bahwa undang-undang ini akan diundangkan dalam lembaran negara oleh Menteri Kehakiman GA Maengkom pada tanggal 10 Agustus 1957. Sejak itu, setiap tanggal 9 Agustus setiap tahun diperingati sebagai hari ulang tahun (HUT) Provinsi Riau.

Masih Banyak "Pekerjaan Rumah"

Namun, perjalanan Riau belum sepenuhnya selesai. Tokoh masyarakat Riau yang juga Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Dr Chaidir, menilai masih banyak 'pekerjaan rumah' agar Riau bisa mengejar ketertinggalannya selama ini. Terutama ketertinggalan di bidang infrastruktur, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Selain itu juga perlu menurunkan angka kemiskinan dan stunting.

 

Ia berharap momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Riau, tidak ada lagi kepentingan sendiri melainkan kepentingan kelompok. "Momentum hari jadi ini kita minta untuk bagaimana kita menggerakkan secara baik kekayaan kita ini untuk rakyat kita. Kalau kita bisa menggerakkannya, saya yakin tidak ada lagi stunting di Riau, tidak ada lagi jalan rusak, infrastruktur kelas dunia semua," kata mantan ketua DPRD Riau itu, Kamis (8/8/2024).

Chaidir menyebut, dengan kekayaan alam yang dimiliki Riau, harusnya sudah tidak ada lagi permasalahan infrastruktur, fasilitas pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan stunting. Untuk mengatasi hal itu perlu manajemen pemerintahan.

"Permasalahan itu seharusnya tidak ada lagi di Riau. Seperti infrastruktur, kita nomor 1 di Indonesia. Itu harusnya dengan kekayaan daerah, kita tidak lagi menghadapi masalah itu, jadi dimana kuncinya, di manajemen pemerintahan. Kalau ini solid kedepan, momentum hari jadi ini fokuslah, lupakan masalah politik itu dan memperjuangkan kepentingan masyarakat," ujar Chaidir lagi.


Sumber : Cakaplah.com /

[ Ikuti InhilKlik.com ]


InhilKlik.com

BERITA LAINNYA +INDEKS
Ragam

Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:37:14 WIB

Siak – Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam dal.

Ragam

Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:17:07 WIB

SABAK AUH-Personel Polsek Sabak Auh melakukan pemantauan terhadap lahan tanaman jagung pipil yang.

Ragam

Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:30:44 WIB

Tembilahan – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh Bhabin.

Ragam

Menyebrangi sungai demi sampai ke lokasi ketahanan pangan Bhabinkamtibmas Polsek Tembilahan Laksanakan kontrol tanama jagung di Seberang Tembilahan Selatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:01:02 WIB

Tembilahan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan, BRIPTU KUKUH TRI KURNIA.

Ragam

Om Bhabin Milenial Polsek Tembilahan Pantau Pertumbuhan Jagung Warga Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 03 Juni 2026 - 10:00:30 WIB

Tembilahan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Bhabink.

Ragam

Milad ke-18 UNISI: Menuju Universitas Islam Unggul 2035 dengan Kurikulum Modern dan Penguatan SDM

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:42:04 WIB

TEMBILAHAN – Menginjak usia 18 tahun pada Jumat (22/5/2026), Universitas Islam Indragiri (UNISI.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


VIDEO +INDEKS

Inovasi Tanjung Simpang, Tranportasi Antar Jemput Anak Sekolah Gratis

10 Juni 2022
Bakso Bakar Hendra, Enak di Lidah Pas di Kantong
13 Agustus 2021
Jagung Manis Nek Asni, Lokasinya di M Boya
14 Juli 2021
Kue Pukis di Pasar Kayu Jati, Rp 500,- Per Biji
12 Juli 2021
ES Cincau Hijau Tembilahan Hulu Bikin Ngiler
09 Juli 2021
Terkini +INDEKS
Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
28 Juni 2026
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
27 Juni 2026
Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
26 Juni 2026
Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
25 Juni 2026
Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
20 Juni 2026
Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
18 Juni 2026
Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
17 Juni 2026
Aplikasi i-potret jadi Kendala Awal Anak-anak Inhil Masuk Sekolah
16 Juni 2026
RDP DPRD Hasilkan Rekomendasi Pembentukan BUMD Telekomunikasi di Inhil
16 Juni 2026
Om Bhabin Milenial Rutin Pantau Tanaman Jagung, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan
11 Juni 2026
TERPOPULER +INDEKS
  • 1 Siap Siaga Padamkan Api, Kapolsek Kateman Apresiasi PT Pulau Sambu di Guntung
  • 2 PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
  • 3 Jelang Panen, Polsek Sabak Auh Pantau Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan Asta Cita
  • 4 Pimpinan BRI Tembilahan Sampaikan Ucapan Selamat Milad ke-61 Kabupaten Indragiri Hilir
  • 5 Kontingen KTNA Inhil Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
  • 6 Polsek Sabak Auh Pantau Lahan Jagung Pipil Program Asta Cita, Pertumbuhan Masih Terpantau Baik
  • 7 Selain Boleh Offline, Sistem Penerimaan Murid Baru di Inhil kini Diperpanjang
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Inhilklik.com ©2013 - 2020 | All Right Reserved

A Group Member of Iklik Network