11 Pelaku Kejahatan Ditembak Mati Polisi Jelang Asian Games, Ombudsman Minta Data Dibala Asal Jawab
INHILKLIK.COM, JAKARTA – Ombudsman RI melakukan pertemuan dengan pihak Polda Metro Jaya. Dalam pertemuan tersebut, Ombudsman meminta pertanggungjawaban administrasi terkait kebijakan penembakan pada 11 pelaku kejahatan jalanan atau street crime.
Sayangnya, dalam pertemuan tersebut, Polda Metro Jaya tidak dapat memberikan berkas-berkas yang diminta.
Demikian disampaikan Anggota Ombudsman RI, Adrianus E. Meliala,dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/8/2018).
“Kami kecewa. Kami minta dari siapa yang kena tindakan tegas atau bahkan tewas, lalu siapa petugasnya, surat perintahnya apa, berita acara penembakannya gimana, hasil visummya gimana, sampai bicara yang meninggal, apa sudah pelepasan dari polisi atau gimana,” paparnya.
Menurut Adrianus, sikap tidak responsif polisi dapat menimbulkan persepsi adanya indikasi extra judicial killing dari kebijakan penembakan terhadap pelaku kejahatan.
Bahkan, dalam pertemuan tersebut mereka tidak dapat memastikan berapa jumlah korban secara pasti.
“Polisi tidak bisa kasih datanya, jadi kayaknya seingatnya saja. Kalau sudah siap, Polri tidak perlu menunggu humas,” ujarnya.
Karena itu, Ombudsman akan menjadwalkan kembali pertemuan kedua pada Rabu pekan depan (8/8/2018).
Hal itu dilakukan untuk meminta kelengkapan administrasi sebagai bukti tindakan yang dilakukan sesuai dengan prosedur.
“Sangat disayangkan, perwakilan dari Polda Metro Jaya enggan berkomentar sepatah kata pun seusai pertemuan,” ungkapnya.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi sampai tidak siap seperti itu. Jangan-jangan benar dugaan terjadi extra judicial di luar prosedur yang ada,seolah-olah hanya mengikuti perintah atasan,”tandas Adrianus.
Sebagaimana diketahui, operasi kewilayahan yang dilakukan Polda Metro Jaya terhadap pelaku street crime jelang pelaksanaan Asian Games telah menewaskan 11 pelaku kejahatan.
Mereka ditembak mati atas dugaan melakukan kejahatan jalanan seperti jambret dan begal. (pojoksatu)
Lapas Tembilahan Gagalkan Penyelundupan 2 Unit Handphone dalam Titipan Makanan
Tembilahan - Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan dalam mewujudkan lingku.
PBH PERADI Desak Kapolda Riau Turun Tangan, Usut Tuntas Dua Dugaan Kasus Kekerasan yang Menyeret Nama Polisi
PEKANBARU – Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbar.
PW-IWO Provinsi Riau dan PBH Peradi Pekanbaru Teken MoU, Perkuat Bantuan Hukum Gratis bagi Masyarakat dan Wartawan
PEKANBARU-Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online (PW-IWO) Provinsi Riau resmi menjalin kerja sam.
Ditreskrimum Polda Riau Hentikan Laporan Dugaan Pengancaman terhadap Ketua IWO Riau
PEKANBARU – Laporan dugaan pengancaman yang ditujukan kepada Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wart.
Refleksi Akhir Tahun 2025, Kejari Inhil Paparkan Capaian Kinerja Penegakan Hukum
Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir menggelar konferensi pers refleksi akhir tahun 2025 pad.
Kejari Inhil Umumkan Capaian Penanganan Korupsi pada Momentum HAKORDIA 2025
TEMBILAHAN — Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) Tahun 2025, Kej.
iKlik Network







